Surat Cinta Sejati Untuk Pujaan Hati

surat cinta uhibbuki fillahMawar tertunduk lesu dengan menggenggam sebuah surat dari Tetranychus, pacarnya. Mawar tidak bisa menahan pilu dan tangisnya. Surat Tetranychus berbunyi “ My Dear, semoga kamu masih dalam perlindungan Allah Sang Pencipta Alam Semesta, sholawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

“Dik Mawar, selama setahun lebih kita jalan bareng, suka duka dalam pacaran telah kita lalui. dan sekarang atau akhir-akhir ini akau menjauh darimu bukan karena kebencianku padamu tapi ada cinta lain yang tumbuh di hati yaitu cintaku kepada Allah dan RasulNya, kuharap kamu juga begitu. Baca lebih lanjut

Iklan

Papa, Kembalikan Tangan Ita…

aku sayang ibu dan ayah

Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman sebagai pelajaran.

Sebagai orang tua kita patut juga menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.

Begini kisahnya:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja. Baca lebih lanjut

Monyet dan Genggamannya

monyet-fatahDi Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Cara menangkapnya sederhana saja – pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya untuk mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya di sore hari. Baca lebih lanjut

Jendela Rumah Sakit

hospital bedDua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan. Baca lebih lanjut

Cinta Putih

anak masih suci“Ini siapa yang makan kue tidak dihabiskan?” tanya saya kepada isteri malam itu. Di meja makan, terdapat sepotong kue yang tak habis termakan. “Itu potongan untuk Abang. Anak-anak dapat kue dari tetangga siang tadi, tapi mereka ingin membaginya untuk, Abi,” jelas isteri saya. “Ini Hufha, ini buat dede Iqna, ini Ummi, dan ini buat Abi,” begitu katanya setelah memotong empat bagian kue itu. Anak-anak sudah tidur, semoga dalam mimpinya mereka melihat saya menikmati kue yang sengaja disisakannya. Saya selalu ingat setiap kali anak-anak mendapatkan kue atau makanan enak lainnya, mereka tak lupa menelepon saya di kantor untuk sekadar memberitahu kalau saya tak perlu khawatir, karena mereka akan menyisihkannya untuk saya.

Pagi hari, pertanyaan pertama anak-anak adalah, “Kuenya dimakan nggak, bi?” Baca lebih lanjut

Jangan Sia-siakan Waktu

Manfaatkan waktu dengan maksimal

Manfaatkan waktu dengan maksimal

Sobat muda muslim, sebagai manusia kita emang terbatas dan nggak sempurna. Itu sebabnya, kita jangan sampe melupakan siapa kita dan misi keberadaan kita di dunia ini. Ini wajib kita pahami betul, sobat. Kalau nggak? Wah, bisa kacau-beliau tuh. Coba aja perhatiin orang yang nggak sadar siapa dirinya dan misi adanya dia dunia ini, hidupnya suka semau gue. Seakan hidup nggak kenal waktu. Bahkan bagi orang yang kehidupannya diberikan kebahagiaan berlebih oleh Allah, suka lupa dan merasa ia akan hidup selamanya di dunia ini. Apalagi bila kita menjalaninya dengan serba mudah dan indah. Nikmat memang. Namun, sebetulnya kita sedang digiring  ke arah tipu daya yang bakal menyesatkan kita bila kita tak segera menyadarinya. Rasulullah saw bersabda: “Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhari) Baca lebih lanjut

Ibuku untuk Kaki Keduaku

kasih sayang dan pengorbanan seorang ibuDi senja yang damai, sang fajar mulai menenggelamkan dirinya di ufuk timur. Tak terlintas sedikitpun dibenak seorang wanita paruh baya ini tentang rasa lelah yang dideranya seusai mencari nafkah, sebut saja Ibu Nur Jannah. Ia adalah seorang Ibu yang berani mengadu nasib di kota besar yakni Jakarta demi anak tercintanya Husnah.
“Ibu. . .” Tegur lirih gadis kecil itu
“Ada apa nak ?”
“Husna lapar bu”
“Sabar nak, singkong nya belum matang”
Bahkan hanya untuk sesuap nasi pun mereka tak setiap hari bisa memakannya. Setelah kepergian ayah nya sekitar 2 tahun yang lalu entah kemana, Ibu Nur Jannah dan anak nya hanya bisa berdo’a kepada Tuhan atas kelangsungan hidupnya.

Baca lebih lanjut