Ternyata Putus Itu Tak Sesakit dan Sedramatis yang Dibayangkan

udah putusin aja!Sedikit cerita dari saudara kembar saya,, dulu pertama kali menyatakan untuk putus dengan sang pacar,, wuih.. tau gak,,dia 2 hari gak makan gak minum (tapi hari kedua malamnya bingung cari makan, udah kelaperan ternyata pemirsa 😀 ),, kemudian selama 2 minggu makan juga tak senikmat sebelum putus dengan sang pacar,, trus juga sekolah terasa malas dan tak ada semangat (lah kata dia pacaran buat motivasi belajar,, jadi kalo udah putus ya gitu jadinya,, miris ikales ckckck),, pokoknya ya segenap hati dia luluh lantak lah,, saking beratnya melepas sang pujaan hati,, Baca lebih lanjut

Iklan

Seharusnya Berbahagialah Menjadi ‘Gula’

gula pasirTak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirop.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, “Ini teh manis.” Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir. Baca lebih lanjut

Takut akan Bayangan

bayanganDi sebuah daerah nan jauh dari kota, seorang pemuda terhinggap penyakit aneh. Ia begitu gusar dengan keadaannya. Selalu gelisah. Karena penyakit itu, sang pemuda tak berani keluar rumah siang hari. Takut. Sangat takut.

Sebenarnya, penyakit itu tampak sederhana. Sang pemuda begitu merinding ketakutan ketika melihat bayangan hitam dirinya akibat sorotan cahaya. Tiap kali menemukan bayangan hitam yang mengikuti geraknya, si pemuda berteriak histeris. “Takut! Takut!” Mungkin, bayangan itu terlihat lain olehnya. Seperti sosok hitam misterius yang terus membayangi ke mana pun ia bergerak. Baca lebih lanjut

Lubang Problematika Hidup

lubangDua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.

“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.

“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang. Baca lebih lanjut

Jadilah Seperti Udara

balon udaraDi sebuah kelas, seorang guru bertanya kepada murid-murid di hadapannya. “Menurutmu, benda apa di dunia ini yang paling baik pada manusia?”

Murid-murid tampak berpikir keras. Ada yang tatapannya menyapu seisi kelas, seolah mencari sesuatu. Ada yang bisik-bisik dengan teman sebangku. Dan ada yang tetap diam. “Air, Pak Guru!” jawab seorang anak tiba-tiba.

“Kamu benar!” ucap Pak Guru menyambut jawaban seorang muridnya. “Air memang menyediakan kehidupan. Tapi, tidakkah kamu perhatikan, air cuma mengairi manusia-manusia di sekitar aliran sungainya. Manusialah yang harus menjemput air. Bukan sebaliknya!” tanggap Pak Guru begitu lugas. Beberapa saat, suasana kelas hening. Baca lebih lanjut

Kejujuran 2 Anak Penjual Tisu

bunga dari tisuSiang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka. Baca lebih lanjut

Kelinci Tua Yang Bijak dan Kebebasan Hidup Sejati

kelinciSeekor kelinci muda menampakkan wajah gelisah ketika berada di sebuah kandang. Walau daun-daun segar selalu tersedia setiap kali ia ingin makan, kandang baginya sebuah penjara yang menghalanginya menikmati kebebasan di luar sana. Kamu ingin bebas dari kandang ini, anakku? ucap seekor kelinci tua tiba-tiba. Warna bulunya yang tidak lagi cerah, menunjukkan kalau si pemilik suara itu sudah begitu lama mengenyam kehidupan.
Baca lebih lanjut