Papa, Kembalikan Tangan Ita…

aku sayang ibu dan ayah

Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman sebagai pelajaran.

Sebagai orang tua kita patut juga menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.

Begini kisahnya:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja. Baca lebih lanjut

Iklan

Monyet dan Genggamannya

monyet-fatahDi Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Cara menangkapnya sederhana saja – pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya untuk mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya di sore hari. Baca lebih lanjut

Cinta Putih

anak masih suci“Ini siapa yang makan kue tidak dihabiskan?” tanya saya kepada isteri malam itu. Di meja makan, terdapat sepotong kue yang tak habis termakan. “Itu potongan untuk Abang. Anak-anak dapat kue dari tetangga siang tadi, tapi mereka ingin membaginya untuk, Abi,” jelas isteri saya. “Ini Hufha, ini buat dede Iqna, ini Ummi, dan ini buat Abi,” begitu katanya setelah memotong empat bagian kue itu. Anak-anak sudah tidur, semoga dalam mimpinya mereka melihat saya menikmati kue yang sengaja disisakannya. Saya selalu ingat setiap kali anak-anak mendapatkan kue atau makanan enak lainnya, mereka tak lupa menelepon saya di kantor untuk sekadar memberitahu kalau saya tak perlu khawatir, karena mereka akan menyisihkannya untuk saya.

Pagi hari, pertanyaan pertama anak-anak adalah, “Kuenya dimakan nggak, bi?” Baca lebih lanjut

Ibuku untuk Kaki Keduaku

kasih sayang dan pengorbanan seorang ibuDi senja yang damai, sang fajar mulai menenggelamkan dirinya di ufuk timur. Tak terlintas sedikitpun dibenak seorang wanita paruh baya ini tentang rasa lelah yang dideranya seusai mencari nafkah, sebut saja Ibu Nur Jannah. Ia adalah seorang Ibu yang berani mengadu nasib di kota besar yakni Jakarta demi anak tercintanya Husnah.
“Ibu. . .” Tegur lirih gadis kecil itu
“Ada apa nak ?”
“Husna lapar bu”
“Sabar nak, singkong nya belum matang”
Bahkan hanya untuk sesuap nasi pun mereka tak setiap hari bisa memakannya. Setelah kepergian ayah nya sekitar 2 tahun yang lalu entah kemana, Ibu Nur Jannah dan anak nya hanya bisa berdo’a kepada Tuhan atas kelangsungan hidupnya.

Baca lebih lanjut

Berhati-hatilah Dengan Tentara Allah

angin tornadoAisyah r.a pernah terkagum-kagum melihat seorang ibu yang baru saja diberinya tiga potong roti , dengan penuh kasih sayang oleh ibu tesebut  dua potong roti yang diterimanya itu diberikan kepada kedua anaknya yang sedang kelaparan,  dalam sekejap roti itu habis dilahap,  karena masih lapar mereka minta bagian ibunya yang sekeping itu, apa yang dilakukan oleh sang ibu benar-benar mengagumkan , ia bagi sepotong roti itu menjadi dua bahagian  dan memberikannya kepada kedua anaknya, sang ibu rela melepaskan bahagiannya demi anak-anak kesayangannya. Baca lebih lanjut

Seharusnya Berbahagialah Menjadi ‘Gula’

gula pasirTak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirop.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, “Ini teh manis.” Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir. Baca lebih lanjut

Nilai Sebuah Perhatian

kurang perhatian orang tuaPada suatu malam, Budi seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, Baca lebih lanjut